thePROFEC

Welcome to the Frontpage

  • PDF
  • Print

Kata sambutan dari tim website theProfec

  • Friday, 18 September 2009 07:28
  • Written by Administrator

Selamat datang di website theProfec.

Setelah mengalami proses pasang-surut dalam rencana mewujudkan website theProfec, akhirnya terbentuk tim website theProfec dengan dukungan rahmat Tuhan Yang Mahaesa, yang berhasil mewujudkan sebuah website untuk theProfec. Bagi anda yang belum mengetahui apa itu theProfec, maka berikut ini adalah kutipan dari bagian depan milis theProfec:

The Professional & Entrepreneur Club (thePROFEC) was developed on October 14, 2005 for the Professionals, Entrepreneurs and the candidates of both of them to accomodate the aspiration and idea of all members as well as to share knowledge and experiences among them. We also give opportunity to members to promote their products and services every Friday by fulfilling rules. Every members's aspiration have to be considered and fulfilled as long as still in the corridor of the Club's vision and mission. We hope each member can respect the basic rules of a public mailing list (No SPAM, SARA, VULGAR ARTICLES, NO SHORT COMMENT.

Website ini masih jauh dari sempurna seperti halnya para anggota tim pembuat website theProfec. Tetapi dengan segala ketidak-sempurnaan tersebut, kami memberanikan diri untuk mewujudkan sebuah website yang mudah-mudahan bisa menjadi sarana yang baik untuk semakin mengembangkan professionalisme dan kewirausahaan di kalangan warga theProfec dan masyarakat umum.
Kami menghimbau bagi para warga theProfec dan anda yang melihat manfaat dari website ini, untuk berpartisipasi aktif dalam mengisi dan memanfaatkan website ini.

Akhir kata, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1430H.

Salam hangat,
Tim website theProfec

Untuk anda yang ingin mengenal siapa saja yang menjadi tim pembuat website ini, silahkan klik tim website theProfec.


Welcome to theProfec website,

After having some up and down in the plan to materialize theProfec website, eventually with the blessing of God, we have formed theProfec website team, who has successfully brought theProfec website to come true. If you don't know theProfec, below is some excerpt from the front page of theProfec mailing list:

The Professional & Entrepreneur Club (thePROFEC) was developed on October 14, 2005 for the Professionals, Entrepreneurs and the candidates of both of them to accomodate the aspiration and idea of all members as well as to share knowledge and experiences among them. We also give opportunity to members to promote their products and services every Friday by fulfilling rules. Every members's aspiration have to be considered and fulfilled as long as still in the corridor of the Club's vision and mission. We hope each member can respect the basic rules of a public mailing list (No SPAM, SARA, VULGAR ARTICLES, NO SHORT COMMENT.

This website is still far from perfect as well as the members of theProfec website team. However, with all the imperfectness, we dare ourselves to publish the website, which hopefully could become a good medium to further develop professionalism and entrepreneurship among theProfec members and public.
We recommend all members of theProfec and you, who can see the benefit of this website, participate actively to fill and make best use of this website.

Finally, we would like to say Minal Aidin Wal Faizin, please apologize for all of our mistakes. Selamat hari raya Idul Fitri 1430H.

Warm regards,
Tim website theProfec

For those, who want to know members of theProfec website team, you may click tim website theProfec.

  • PDF
  • Print

Monday Message-Semangat di hari Senin

  • Tuesday, 04 August 2009 00:00
  • Last Updated ( Thursday, 17 September 2009 14:53 )
  • Written by Administrator

 

Monday Message -- Semangat Profec yang selalu di kobarkan oleh Ibu Lies.

"I hate Monday" atau Saya Benci Hari Senin. Kalimat yang sering diucapkan beberapa orang bila memulai kegiatan rutinitas di hari Senin. Rasa letih, dan kejenuhan serta 'malas' yang masih menempel karena libur sebelumnya.

 

The First Monday Message.

" Sungguh suatu kebahagiaan bagi saya untuk bisa menyapa rekan rekan kembali di awal minggu ini, walau kata orang I don’t like Monday, buat saya I love Monday karena di hari ini dengan semangat saya punya kesempatan membuka email dan menemukan perkembangan yang menyenangkan pada Professional & Entrepreneur Club dimana mulai ada tambahan anggota baru dan juga banyak email masuk dari anggota yang menunjukkan kepedulian untuk hidup dan aktifnya komunitas kita ini.

Hari ini saya menemukan tambahan 3 anggota baru yaitu Bpk. Hadibarko, Bpk. Iskandarmajanasta, Mas Wibisono dan Mba’ Jovita Wijaya yang telah memenuhi undangan kita untuk bergabung, selain Mba Jovita, diharapkan anggota baru memperkenalkan diri masing masing agar rekan rekan lain juga mengenal anda. Bagi anggota lama yang masih ngumpet tolong juga dong memperkenalkan diri, akan lebih enak kalau bisa berhubungan dengan orang orang yang paling tidak backgroundnya kita tahu.

Untuk membangkitkan sinergi perlu kompak nah gimana mau kompak kalau tidak ada trust, sementara trust hanya bisa muncul kalau kita mengenal orang yang akan menjadi partner kita, dengan saling mengenal maka chemistry akan muncul dan memberi ruh pada perkawanan kita. Quantity bukan tujuan utama kita untuk apa banyak tapi tidak berkualitas, justru dengan awal yang seperti sekarang dimana anggotanya masih sekitar 50 orang diharapkan akan menjadi cikal bakal atau pioneer untuk bisa berkembang ke arah yang kita idam idamkan bersama."

Ya begitulah Monday Message Ibu Lies yang sangat khas.

Menyapa dan menyemangati. Semua hari adalah hari yang baik bagi kita.

Rasa bersyukur yang patut dimiliki oleh semua orang. Begitu pula dibagikan kepada kami anggota PROFEC. Bersyukur karena kami diberikan kesempatan untuk memiliki kebersamaan. Menemukan hal baru mengolah yang telah ada menjadi lebih baik, serta melakukan sesuatu dengan menyenangkan.

Moday message memberikan inspirasi dan kekuatan dalam memulai hari. Bahkan selain hari Senin. Semangat kekompakan  selalu menjadi perhatian ThePROFEC. Kekompakan, kebersamaan, kepedulian didalam PROFEC dapat menjadikan perjalanan semakin baik.

 

-------

Sedikit renungan; bagi beberapa orang yang bekerja dengan rutinitas selama 5-6 hari mungkin hari ke-7 atau hari Minggu adalah hari yang paling dinantikan. Dihari itu kita akan berusaha memenuhi diri kita dengan semangat dengan berelaksasi untuk melupakan sejenak masalah 5-6 hari yang lalu. Namun ada beberapa orang yang mungkin atau bahkan tidak dapat menikmati libur di hari ke-7. Memiliki rutinitas selama 7hari penuh, tanpa libur untuk menopang tuntutan hidupnya. Tetap bekerja kerasa walaupun hanya memperoleh sedikit untuk menyambung hidup dikesokan harinya.

Never Hate Monday, Love Everyday. Coz Day start from You too.

 

 

  • PDF
  • Print

Welcome Paragraph

  • Tuesday, 01 September 2009 00:00
  • Last Updated ( Thursday, 17 September 2009 14:24 )
  • Written by Administrator

Inilah paragraf yang selalu menyapa di milis PROFEC. Selalu mengingatkan anggotanya akan sejarah,visi dan misi PROFEC. Menampung segala bentuk kesempatan dan berbagi pengalaman dalam berwirausaha.

"The Professional & Entrepreneur Club (thePROFEC) was developed on October 14, 2005 for the Professionals, Entrepreneurs and the candidates of both of them to accomodate the aspiration and idea of all members as well as to share knowledge and experiences among them. We also give opportunity to members to promote their products and services every Friday by fulfilling rules. Every members's aspiration have to be considered and fulfilled as long as still in the corridor of the Club's vision and mission."

  • PDF
  • Print

KITA SEMUA BISA BERUNTUNG

  • Wednesday, 16 September 2009 21:50
  • Last Updated ( Thursday, 17 September 2009 14:26 )
  • Written by Administrator

Semangat kewirausahaan yang menaungi PROFEC dengan memberikan inspirasi bagi anggotanya.

Sebuah tulisan yang dikirimkan sebagai tanda nyata semangat perdana hadirnya PROFEC. KITA SEMUA BISA BERUNTUNG, tulisan ini merupakan wujud semangat yang dapat terus dikobarkan bagi mereka yang memilih terjun di dunia wirausaha. Bahwa semua orang memiliki kesempatan dan keberuntungan. Keberuntungan merupakan hal yang jamak. Jadi apapun usaha yang akan kita bangun, akan selalu memiliki keberuntungan walau sekecil apapun.

Berikut isi tulisannya.

KITA SEMUA BISA BERUNTUNG
Penulis: Gede Prama

Diantara cabang belajar yang menyedot demikian banyak perhatian orang adalah ilmu keberuntungan. Dan ia tidak saja menarik banyak peminat, melainkan juga berumur demikian lama. Sebut saja larisnya buku-buku Feng Shui, atau larisnya konsultan di bidang yang serupa. Dalam kalkulasi seorang sahabat manajer sebuah toko buku, nilai uang yang beredar untuk mengongkosi ilmu keberuntungan tidak kurang dari jutaan dolar.

Pertanyaan dasar yang mengganggu banyak orang dalam hal ini, apakah keberuntungan hanya menjadi milik segelintir orang, ataukah bisa dimiliki semua orang ? Ini memang pertanyaan klasik yang telah, dan mungkin akan ditanyakan orang terus sepanjang zaman. Kalau bahan acuan keberuntungan adalah bentuk hidung, dagu dan bentuk-bentuk fisik lainnya, benar keyakinan pertama bahwa keberuntungan hanyalah milik orang dengan bentuk-bentuk fisik tertentu. Jika bahan acuannya adalah sikap dan perilaku, cerita tentu saja menjadi lain.

Kendati sering kali disebut sejumlah pengusaha Chinese sebagai orang yang memiliki bentuk-bentuk fisik yang penuh keberuntungan, saya cenderung untuk berargumen kalau keberuntungan lebih terkait dengan sikap dan perilaku. Mirip dengan prinsip yang tergantung rapi di salah satu ruangan kerja saya : "Attitude is a little thing that makes a big difference". Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan besar, demikianlah acuan awal saya dalam memandang keberuntungan.

Anda bisa bayangkan seorang yang amat pintar, berpengalaman dan bahkan berprestasi mengagumkan. Ia memang akan dilirik banyak sekali orang dan perusahaan. Cuman kalau semua kehebatan terakhir dibungkus dengan sikap-sikap yang menyakiti hati otang, di sini berlaku rumus kehebatanmu adalah harimaumu. Dan saya bertemu orang seperti ini dalam frekuensi yang cukup sering. Ada yang memamerkan kesombongan di sana-sini. Ada yang hidup dari satu sakit hati satu orang ke sakit hati orang lain. Memang tidak bisa dipungkiri, ada sebagian dari mereka yang ditemani keberuntungan sesaat. Akan tetapi pengalaman saya bertutur lain. Dalam jangka panjang, kesengsaraan adalah sahabatnya kesombongan.

Semua orang pada dasarnya memiliki kekurangan, hanya saja menutupinya secara berlebihan, hanya akan menimbulkan pandangan-pandangan mata yang tidak terlalu bersahabat. Sadar akan hal ini, saya pernah terinspirasi oleh sebuah renungan Konfusius yang ditulis seorang penulis jernih. "Humility and modesty are the best protection against the wrong opinion of the others", demikian penulis jernih ini pernah bertutur. Dengan kata lain, penyelamat terbaik kita dari pendapat dan persepsi keliru yang datang dari orang lain bernama kesopanan dan sikap rendah hati.

Dan ini bukan tanpa bukti, ia didukung oleh banyak sekali deretan bukti. Hidup saya sebagian diselamatkan oleh dua penyelamat terakhir. Ketika siap-siap untuk naik ke kursi nomer satu di sebuah perusahaan swasta, ada yang menarik kaki, menggergaji kursi, difitnah dengan kebencian-kebencian dan godaan-godaan sejenis. Kadang rasa marah dan dendam suka datang. Syukurnya, godaan-godaan ini berkunjung ketika Tuhan sudah mempersenjatai saya dengan dua penyelamat di atas. Sebagai hasilnya, banyak ramalan orang-orang yang dipatahkan hanya oleh dua prinsip hidup yang sederhana : kesopanan dan sikap rendah hati.

Sayangnya, mirip dengan langit-langit rumah yang membatasi pandangan kita ke angkasa, demikianlah kesombongan menghalangi kesopanan dan sikap rendah hati. Bagi sahabat-sahabat yang sudah demikian kuatnya diikat oleh kesombongan, bahkan mengindentikkan dua penyelamat di atas sebagai "kebodohan dan keluguan". Dan sayapun sudah cukup sering disebut bodoh dan lugu. Tidak mengerti bisnis, buta huruf di bidang keuangan, kurang ngotot dalam mencapai target hanyalah sebagian stempel kebodohan dan keluguan yang pernah dilemparkan ke saya. Mirip dengan parasut yang sudah terikat rapi di badan demikian juga dengan dua penyelamat di atas. Sebanyak dan sesering apapun lemparan-lemparan tidak mengenakkan datang dari orang lain, sebanyak dan sesering itu juga modesty and humility datang sebagai penyelamat.

Bedanya dengan malaikat penyelamat yang dibayangkan banyak orang dan hanya berkunjung dengan syarat-syarat yang berat, dua penyelamat ini bisa sering datang dengan syarat sederhana : latihan. Ya sekali lagi latihan dan hanya latihan. Dan sang hiduppun memberikan tempat dan waktu latihan yang hampir tidak terbatas. Belajar dari cerita di atas, mulailah dengan membebaskan diri dari langit-langit yang bernama kesombongan. Seorang sahabat pernah bertutur, kalau kesombongan tidak menguntungkan siapa-siapa dalam jangka panjang. Kalau mempertinggi ego sesaat tentu saja sulit diingkari. Namun hidup untuk ego, bukankah itu sebentuk kemewahan yang hanya bisa dimaklumi kalau terjadi di masa kanak-kanak ?

Boleh saja ada yang menyebutnya terlalu menyederhanakan, namun begitu langit-langit kesombongan bisa ditembus, maka kesopanan dan sikap rendah hati akan sering datang berkunjung. Dan keduanya tidak saja berkunjung dengan misi sebagai penyelamat, tetapi juga bisa membuat orang hidup penuh keberuntungan. Coba perhatikan apa yang pernah ditulis Chao-Hsiu Chen dalam The Bamboo Oracle : "A friendly heart creates happy people. A happy heart creates lucky people". Jadi, kenapa mesti ragu-ragu. Kalau saya bisa dibuat beruntung oleh kesopanan dan kerendahan hati, Andapun bisa hidup beruntung dengan modal yang sama.*****

 

 

  • PDF
  • Print

BUKA PUASA BERSAMA-PERDANA

  • Wednesday, 16 September 2009 22:04
  • Last Updated ( Thursday, 17 September 2009 14:22 )
  • Written by Administrator

 

BUKA PUASA BERSAMA – PROFEC PERDANA

Tepat 4 tahun sudah PROFEC tetap dalam semangat kebersamaanya. Sungguh bukan waktu yang sedikit. 

Kamis 20 Oktober 2005 untuk pertama kali milis ini melakukan acara buka puasa bersama di Sate Khas Senayan Menteng. Merayakan bulan penuh berkah dengan kebersamaan.

Tahun  ini pula kami semakin meyakinkan akan kebersamaan dan silahturahmi di dalam PROFEC. Kembalinya anggota lama bahkan , kembali semangat untuk mewujudkan mimpi-mimpi sederhana kami. Sebuah situs ThePROFEC akan menjadikan kebersamaan dan ajang silahturahmi yang selalu terjalin tanpa memperdulikan tembok pemisah. Semangat wirausaha adalah semangat yang universal, semangat yang didasari dari kepedulian serta membuka kesempatan bagi orang lain.

 

ThePROFEC

 

Page 1 of 2